Quo Vadis Riset Kebencanaan Indonesia?

Oleh: Ignasius Kendal (Yayasan Hijau GPL)

Indonesia sudah banyak melakukan upaya penelitian dan riset yang terkait dengan kebencanaan, baik yang dilakukan oleh para pakar/peneliti di lembaga penelitian atau di perguruan tinggi maupun praktisi kebencanaan. Namun perencanaan, pelaksanaan dan dokumentasi hasil penelitian/riset tersebut masih belum terkoordinasi dengan baik.

Ratusan pakar ahli yang memiliki perhatian terhadap kebencanaan berdiskusi dan memaparkan gagasan brilian melalui pertemuan utama sembilan kelas kelompok kerja, selama gelaran tiga hari event PIT (Pertemuan Ilmiah Tahunan) ke-2 – IABI (Ikatan Ahli Bencana Indonesia) Tahun 2015, yang bertempat di gedung Graha Sabha Pramana UGM dari tanggal 26-28 Mei 2015, dengan tagline “Membangun Kemandirian Industrialisasi dan Teknologi Berbasis Riset Kebencanaan Indonesia”. Pertemuan utama 9 (sembilan) kelompok kerja berdasarkan jenis ancaman itu, adalah: (a) Gempabumi dan Tsunami, (b) Letusan Gunungapi, (c) Gerakan Tanah, (d) Banjir dan Kekeringan, (e) Cuaca dan Gelombang Ekstrim, (f) Kebakaran Hutan dan Lahan, (g) Epidemi Wabah dan Penyakit, (h) Kegagalan Teknologi, dan (i) Sosio Kultural dan Demografi.

Para pakar ahli ini sebenarnya merupakan potensi sumberdaya pengetahuan Indonesia, sehingga informasi sebaran peneliti dengan keahlian dan produk penelitian terapannya masih sulit terjangkau oleh peneliti lain, oleh para pelaku penanggulangan bencana lainnya, termasuk oleh para pengambil kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia.

Menyadari peran tersebut, maka sekitar 350 ahli kebencanaan yang berasal dari para akademisi, birokrat, lembaga riset, para praktisi penanggulangan bencana, dan anggota masyarakat yang peduli bencana telah mendeklarasikan pembentukan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) sebagai organisasi profesi nirlaba pada tanggal 5 Juni 2014 bersamaan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-1 di Surabaya.  Pada kesempatan tersebut telah disusun Cetak biru (blue-print) dan Peta jalan (roadmap) Riset Kebencanaan Indonesia.
Tujuan IABI dibentuk ini adalah untuk (1) mensosialisaikan perkembangan konsep dan pengetahuan tentang kebencanaan (knowledge development) kepada pemangku kepentingan terutama para penentu kebijakan, perguruan tinggi dan lembaga riset, sawasta/industri, dan masyarakat/LSM kebencanaan, dan (2) melakukan riset kebencanaan yang strategis dan menjadi prioritas nasional untuk dipublikasikan dan disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan termasuk masyarakat akademis.  Periode tahun 2014-2017, riset akan diarahkan dan difokuskan pada pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) terutama untuk bencana tsunami, banjir/banjir bandang, kekeringan, kebakaran lahan dan hutan, dan gerakan massa/tanah longsor.

Deklarasi para pakar ahli kebencanaan Indonesia.

Dalam gelaran tiga hari PIT ke-2 IABI Tahun 2015 ini, diselenggarakan rangkaian agenda, mulai dari seminar nasional riset kebencanaan, review cetak biru riset kebencanaan Indonesia, diskusi untuk mebangun konsep gerakan nasional kebencanaan, dan pameran riset kebencanaan.

Dalam agenda Pameran Riset Kebencanaan yang terbuka untuk umum ini, di hari pertama pembukaan dipenuhi oleh antusias ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang datang untuk mengamati dan bertanya tentang berbagai sajian informasi pengetahuan pendekatan pendanggulangan bencana dan pengembangan teknologi terapan kebencanaan terkini di stand-stand pameran.

Kedepan, forum pakar ahli ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih signifikan dalam upaya-upaya meningkatkan  kemampuan masyarakat untuk lebih memahami arti penting penggulangan bencana,  terutama dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat lokal, nasional, regional (asia-pasifik),  dan global. Sekaligus menjadi ruang bersama dalam berbagi pengalaman terbaik (best practices/lessons learned) dalam mengembangkan IPTEK  melalui pendidikan, riset dasar dan terapan dari berbagai jenis dan karakteristik bencana di Indonesia.

Semoga aras baru ini menjadi angin segar inisiatif penanggulangan bencana di Indonesia, serta kontribusi Indonesia bagi implementasi Sendai Framework for Disaster Risk  Reduction 2015-2030. Semoga, Ayo Majulah Bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *