Situation Reports Gempa Tsunami Sulawesi Tengah

KagasgabpadD.I. YogyakartaBNPBKumpulan Sitrep
Posko Komando Tugas Gabungan Terpadu
11 Oktober 2018 - Notulensi

Rapat Lengkap KOSATGASGABPAD dipimpin Gubernur bersama Pangkosatgasgabpad Mayjen Tri Suhandono . Sestama BNPB dan dihadiri seluruh Intansi lembaga teknis, Bupati Donggala, Sigi , Parigi Moutong dan Walikota Palu  Kamis , 11 Oktober 2018, diruang Kerja Gubernur Sulteng.

Pada Kesempatan itu Gubernur menyampaikan ucapan terimakasih dan Penghargaan atas kebersamaan Satgasgabpad untuk terus memulihkan keadaan Dampak Gempa dan Sunami Sulawesi Tengah , pada kesempatan itu Gubernur menyampaikan bahwa thema rapat kita hari ini adalah melakukan Evaluasi menyeluruh terkait dengan penanganan Tanggab Darurat Bencana Gempa dan Sunami dan meminta saran dan masukan untuk memutuskan apakah Tanggab Darurat ini harus diperpanjang selanjutnya Gubernur menyampaikan Bahwa Proses Evakuasi Korban hari ini sudah harus dihentikan sesuai dengan keputusan rapat yang sudah kita putuskan bersama tetapi kalau seandainya ada keluarga yang meminta masih diperbolehkan evakuasi mandiri. Selanjutnya Gubernur meminta pendapat dan masukan dari :

1. PUPR , Arie Sutiadi M. Menyampaikan bahwa pemulihan bidang infrastruktur masih terus dilaksanakan termasuk melakukan kajian kajian terhadap rencana pemukiman Huntara dan Huntap demikian juga sementara berjalan Pembersihan dampak.Gempa dan Sunami sesuai arahan menteri PUPR memberikan waktu 2 minggu untuk melakukan pembersihan demikian juga untuk pembangunan Infrastruktur lainnya sehingga melihat kondisi tersebut masih dibutuhkan perpanjangan Tanggab Darurat .

2. Kementrian Sosial , menyampaikan melihat kondisi pengungsi yang saat ini masih membutuhkan penanganan yang sangat komplek termasuk pemenuhan kebutuhannya , maka masih dibutuhkan perpanjangan tanggab Darurat.

3. Bupati Sigi  Irwan Lapata melihat kondisi dimasyarakat yang terdampak Gempa diwilayah Sigi seperti penangan Pengungsi, distribusi bantuan logistik, pembukaan jalan ketempat yang masih terisolir diharapkan Gubernur kiranya dapat memperpanjang tanggab darurat Bencana.

4. Walikota Palu , menyampaikan bahwa saat ini kami masih membutuhkan dukungan didalam penangan dampak bencana Gempa dan Sunami untuk itu kami mengharapkan kiranya Gubernur dapat memperpanjang Waktu Tanggab Darurat hal tersebut juga didukung Bupati Donggala dan Wakil Bupati Parigi Moutong.

5. Sestama BNPB , menyampaikan bahwa melihat kondisi yang ada saat ini penanganan tanggab darurat tahap I yang akan berakhir tanggal 12 oktober 2018 , masih dibutuhkan perpanjangan waktu tanggab Darurat , hal ini didasari bahwa waktu tanggab darurat semua dimudahkan karena semua instansi dan lembaga ikut bergerak membantu untuk memulihkan keadaan sesuai tupoksi , selanjutnya yang berhak untuk menetapkan tanggab darurat adalah Presiden, Gubernur dan Bupati/Walikota dan saya melihat semua yang hadir saat ini masih mengharapkan adanya perpanjangan tanggab darurat .

Setelah mendengarkan dan memperhatikan secara seksama seluruh masukan dan Saran saran kementrian lembaga terkait, Bupati dan Walikota Palu dan rekomendasi teknis dari Sestama BNPB , Gubernur Sulawesi Tengah Menetapkan Perpanjangan Masa Tanggab Darurat Bencana Gempa dan Sunami Sulawesi  Tengah selama 14 hari kedepan terhitung sejak tanggal 13 S/d 26 Oktober 2018.

Selanjutnya Gubernur menyampaikan bahwa setelah dihentikan Evakuasi hari ini saya mengharapakan supaya kita lakukan prosesi Pemakaman sesuai ajaran Agama untuk Lokasi BTN Balaroa, Petobo dan Jono Oge dan dilakukan Doa Bersama pada lokasi Tersebut.

Gubernur Juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasi kepada semua pihak atas bantuannya untuk melaksanakan kegiatan tanggab Darurat dan selanjutnya Gubernur mengharapkan kekompakan dan koordinasi semua pihak untuk meningkatkan pemulihan kondisi masyarakat dan jangan lagi saling menyalahkan tetapi mari kita saling Support . 

KARO HUMAS PROTOKOL PEMDA SULTENG

9 Oktober 2018
Informasi Up Date  perkembangan penangan.Tanggab Darurat Bencana Gempa dan Sunami Di Sulteng pada Posko KAGASGABPAD. Per hari ini Selasa, 9 Oktober 2018. Pukul 08.54.

Adapun Korban yang telah dievakuasi Kagasgabpad sampai dengan hari ini Pukul 08.54 adalah sebagai berikut: 

1. Korban Meninggal sampai dengan hari yang telah di Evakuasi adalah :
– Meninggal Dunia sudah mencapai 2.002.

 Dan telah dikuburkan seluruhnya :
* penguburan Massal Paboya 864.
* Penguburan Massal Pantoloan 35
* Pemakaman Keluarga 1068.
* Pemakaman Massal Donggola 35.

2.Korban Luka Luka mencapai 4.084
  * Korban Luka di Kota Palu 1.549.
  * Korban Luka di Sigi 785.
  * Korban Luka di Donggala 1.750.

3. Korban Hilang sebanyak 671
     * korban hilang di kota palu 652
     * Korban hilang di Sigi 3
     * Korban hilang di Donggala 14.
     * Korban hilang Parigi Moutong  2

4. Rumah Rusak sebanyak 67.310
    * Rumah Rusak untuk palu 65.733.
    * RR Kab. Sigi  897.
    * RR Kab. Donggala 680.

5. Masyarakat Yang Mengungsi: 74.044
    * untuk Kota Palu 38.621.
    * Untuk Kab Sigi  15.200.
    * Untuk Kab. Donggala 20.222.

Kogasgabpad hari ini :

1. Melanjutkan Evakuasi Korban.
2. Membuka Akses Jalan untuk lokasi lokasi yang terisolir.
3. Terus memulihkan perekonomian Masyarakat.
4. Pemulihan PLN sudah sudah berfungsi seluruhnya.
5. Distribusi BBM sudah stabil dan distribusi Elpiji terus dilaksanakan.