Category Archives: Artikel

9 Tahun Gempa Jogja: Pentingnya Investasi Pengurangan Risiko Bencana

Oleh: Gatot Saptadi

Masih melekat dalam ingatan kita, sembilan tahun yang lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 27 Mei 2006 pada pukul 05.55 WIB, terjadi peristiwa yang tidak pernah dan tentu saja tidak boleh dilupakan, yaitu gempabumi tektonik di DIY berkekuatan 5,9 skala richter yang berlangsung selama 57 detik, dengan posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta. Continue reading

Mendaki Gunung Untuk Kembali

Kompas, Selasa, 19-05-2015. Halaman: 14, Rubrik Wisata Alam.

Tersesat di lebat hutan, jatuh ke jurang, menghirup gas beracun, hingga hipotermia hanyalah sebagian bahaya yang bisa mengancam nyawa pendaki di gunung-gunung di Indonesia yang mayoritas gunung api aktif. Namun, di balik bahaya yang mengintai pendaki, gunung-gunung tak pernah sepi didaki. Continue reading

Fenomena Migrasi Satwa Liar untuk Mode Peringatan Dini Bencana Gunung Api

*) Sebuah Catatan Lapangan Merapi 2010

Ekologi Gunung Api Merapi, Relasi Intim Manusia dan Alam.

Gunung Merapi sebagai kawasan ekosistem penting bagi penyangga wilayah sekitarnya, baik itu bagi wilayah Provinsi Jawa Tengah dan wilayah DIY. Salah satu fungsi penting kawasan hutan lereng gunung ini adalah sebagai daerah tangkapan air (catchment area) sehingga memberikan jasa atas memastikan penyediaan sumber air permukaan. Selain itu, dengan kekayaan vegetasi yang dimiliki tersebut juga menjadikan sebagai penyedia jasa udara bersih. Continue reading

Erupsi Gunung Tambora dan Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas

Oleh: Eko Teguh Paripurno*

Erupsi G. Tambora 1815 dan Dampaknya.

Tanggal 10 – 11 April 2015, kita memperingati  200 tahun erupsi Gunung Tambora. Gunungapi terbesar di pulau Sumbawa tersebut dikenal sebagai gunungapi yang meletus paling merusak sepanjang sejarah peradaban manusia. Erupsi tanggal 10-11 April 1815 tersebut memuntahkan material tephra lebih dari 160 km3, dan piroklastika lebih dari 100 km3 dengan total massa yang dilontarkan 140 milyar ton.  Indeks letusan (volcanic explosivity index, VEI) sekitar 7, dengan membentuk kolom erupsi mencapai stratosfer, setinggi 43 kilometer.  Volume piroklastik tersebut setara dengan Continue reading